Langsung ke konten utama

Mulailah Memberi

Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda...
Atau, tidak ada yang mau merayakan keberhasilan anda...
Atau, tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang, memperhatikan apa pun pada diri anda...
Jangan masukkan ke dalam hati...
Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri...
Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri...
Anda tak perlu memasukkan itu kedalam hati...
Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda...
Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain...
Semakin banyak anda memberi, semakin mudah anda memikul hidup ini...
Berdirilah di depan jendela...
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini...
Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini...
Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda...
Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan...
Bahkan seeokor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah...
Dan, sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung...
Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapa pun untuk mengubah dunia...
Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Ikigai?

| Apa Itu Ikigai | Ikigai adalah istilah Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Kata ini secara secara garis besar meliputi " iki " yang berarti kehidupan dan " gai " yang berarti nilai. Ikigai kadang diekspresikan sebagai “ alasan untuk bangun di pagi hari ”. Ikigai-lah yang memberikan motivasi berkelanjutan untuk menjalani hidup, atau bisa juga dibilang bahwa ikigai-lah yang memberikan gairah hidup yang membuat semangat dalam menyambut kedatangan setiap hari baru. Ikigai juga seringkali diartikan sebagai prinsip hidup bahagia yang dapat mengatasi rasa jenuh dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Dalam Ikigai sendiri ada beberapa yang harus bisa kalian temukan jawabannya. Guna mengetahui sudah sampai sejauh apa anda melangkah dan sudah se-serius apa dalam menggapai semua hal yang ingin anda wujudkan ataupun semua hal yang sedang anda perjuangkan. 1. What You LOVE  Dalam ikigai lebih menerapkan sikap untuk bagaimana bisa mengenali dir...

Wabi Sabi - Menikmati keindahan dalam ketidaksempurnaan

Wabi-sabi adalah konsep Jepang yang merayakan keindahan dalam ketidaksempurnaan, ketidakkekalan, dan kesederhanaan. Ini adalah filosofi yang menekankan penerimaan kefanaan dan apresiasi alam. Wabi-sabi memiliki sejarah panjang dan kaya dalam budaya Jepang serta telah memengaruhi banyak aspek seni, desain, dan arsitektur Jepang. Kata wabi-sabi berasal dari dua kata bahasa Jepang yaitu "Wabi" berarti kesederhanaan, kerendahan hati, dan penghematan, sedangkan "sabi" mengacu pada keindahan yang datang seiring berjalannya waktu. Secara keseluruhan wabi-sabi adalah sebuah konsep yang merayakan keindahan dalam ketidaksempurnaan dan ketidakkekalan serta kerendahan hati terhadap hal-hal biasa. Wabi-sabi berasal dari abad ke-15, selama periode Muromachi dalam sejarah Jepang. Itu adalah masa perubahan budaya yang besar, ditandai dengan munculnya upacara minum teh dan filosofi Buddhisme Zen. Wabi-sabi dipengaruhi oleh gerakan budaya ini dan menjadi cara untuk meng...

Nunchi

Definisi dan sejarah Nunchi Nunchi adalah istilah Korea yang mengacu pada kemampuan membaca situasi dan merespon dengan tepat. Hal ini sering digambarkan sebagai jenis kecerdasan emosional yang memungkinkan individu merasakan suasana hati, kebutuhan dan niat orang lain. Nunchi adalah keterampilan berharga yang telah digunakan di banyak bidang budaya Korea, mulai dari hubungan pribadi hingga negosiasi bisnis. Sejarah nunchi dapat ditelusuri kembali ke zaman Korea kuno, yang mana hal ini dianggap sebagai aspek penting dari etika sosial dan komunikasi. Di zaman Korea kuno, nunchi dikenal sebagai "chungganjeon" , yang berarti "seni memahami hati" . Itu dianggap sebagai keterampilan mendasar untuk interaksi sosial karena memungkinkan individu untuk menavigasi hierarki sosial yang kompleks dan menghindari menyinggung atau mengecewakan orang lain. Chungganjeon diajarkan di sekolah dan dianggap sebagai aspek penting dari pendidikan moral. Selama Dinasti Joseo...